Manajemen Republik Wayang  7

Berawal dari Dendam
"Persahabatan, adalah mungkin jika terjadi antara dua orang dengan taraf hidup yang sama".
Itulah yang diucapkan oleh Raja Drupada yang saat muda bernama Sucitra kepada Kumbayana, nama muda dari Be
gawan Durna dan ketika Durna menagih janji mereka untuk membagi kerajaan menjadi 2 ... akibat kata-kata inilah akhirnya Durna disiksa dan berubah dari ksatria tampan tapi miskin dan tidak sederajat dengan raja menjadi ksatria yang cacat.
Kita selalu mendapatkan informasi bahwa Durna itu jahat, suka menghasut, menciptakan intrik-intrik dan sebagainya .. kita tidak pernah mau tahu kenapa Durna bisa begitu atau apakah memang benar sifatnya seperti itu?, jangan-jangan Durna hanya sebagai
kambing hitam untuk menggambarkan sosok dari tokoh yang dianggap jelek saja.
Berasal dari Pertapaan Sokalima sebenarnya Durna memiliki kesaktian luar dan pengetahuan perang hebat sehingga Bhisma mempromosikan Durna menjadi guru di
Kerajaan Astina dan memberi pelajaran kepada para Kurawa dan Pandawa . Saat menjadi guru pun Durna berlaku adil, malah bisa dibilang lebih condong ke Pandawa, siapa sih guru yang nggak senang kepada muridnya yang tekun dan rajin.
Salah satu murid kesayangannya ya Arjuna yang dicintai selain anaknya sendiri, dalam lakon Dewa Ruci memang Durna meminta Bima melakukan hal yang dianggap menjerumuskan Bima oleh sebagian orang, tetapi kalau dipikir-pikir itu sebetulnya
suatu ujian saja bagi Bima. Mana berani Durna mencelakakan Bima lha dia kan guru beasr di Astina, Bima itu murid yang setia dan patuh serta kakaknya Arjuna, lagipula semua pelajaran diawasi oleh Bhisma sang kakek yang tegas ... nggak mungkinlah Durna mau kehilangan kedudukan yang enak di Istana Astina..
Durna juga memanfaatkan kedudukan sebagi guru untuk membalas dendam kepada Sucitra yang dulu menghinanya .. tapi rasanya wajar karena Sucitra yang menghancurkan ketampanannya hingga jadi cacat dan juga penghinaan yang diterima dari Sucitra sangat membekas dihati.
Terlepas dari semua, memang Durna ini memiliki sifat rada tamak dengan duniawi, silau harta dan kuasa seperti banyak politikus republik mimpi yang saat ini kena kasus korupsi nah ini sisi yang diangkat para juru cerita [kerennya “dalang”] menokohkan Durna sebagai seorang yang suka menghasut serta jahat, untung para dalang tidak menceritakan mengenai para politikus di DPR republik mimpi, ini cuma terjadi di republik wayang saja.
Durna bisa begitu mungkin diakibatkan
nasibnya terhina, tersia-sia, dendam kesumat yang tertanam lalu setelah berkuasa memanfaatkan dan mempertahankan kekuasaannya supaya tidak ada orang yang berani menghinanya lagi. Mungkin kalau Sucitra dulu mau membagi kerajaannya seperti janjinya sendiri bisa jadi tokoh Durna menjadi tokoh panutan.
Banyak tipe
manusia bersifat Durna yang berkeliaran disekitar kita, cinta dengan kekuasaan dan harta serta penuh dendam walau sisi baiknya ya ada dan banyak diantara kita yang mempunyai persepsi kalau tingkah seperti Durna itu jahat tanpa mau tahu akar permasalahannya kenapa begitu dan... mungkin saya juga termasuk tipe Durna ini.
Coba kita lihat semua akar permasalahannya, bukan langsung menebak berdasarkan “hasil” perbuatannya saja dan jadikan pelajaran untuk langkah kita kedepan.