Manajemen Republik Wayang  6

Bisakah Bos berbuat salah ?.
Ada aturan yang lucu tapi wagu sering kita baca
1. Bos tidak pernah salah
2. Kalau bos bersalah, lihat aturan nomor 1
Saat Raden Gatotkaca lahir semua keluarga yang menjenguk jabang bayi pada bingung, maklum otot kawat balung besi jadi ari-ari nya susah dipotong walau sudah pake alat yang mutahir.
Melihat itu diputuskan jalan terakhir meminjam senjata yang tersimpan di arsenal nya para Dewata dan Arjuna langsung menghubungi pusat informasi Kadewataan dan dihubungkan langsung ke Wakil Para Dewa yaitu Batara Narada mau pinjem senjata Kunta.
Saat itu walau belum ketemu, tapi nama Arjuna sudah kondang ... jadi Narada langsung meng-iya-kan saja dan janji ketemu disuatu tempat ... celakanya saat itu karena agak ribet si Arjuna telat dikit dan kebetulan Adipati Karna sedang jalan disitu, nah disinilah kesalahan sang “bos” dewa .. tanpa menanyakan dulu dan tanpa klarifikasi KTP melihat wajah yang mirip dengan gambar arjuna yang ada di almanak dirumahnya [maklum arjuna kan tokoh idola, termasuk idola anaknya Narada] langsung Senjata Kunta diserahkan .. wah seperti dapet senjata sakti [memang iya, kalau durian runtuh kan bahaya] langsung Karna bilang “matur nuwun” terus pergi secepatnya, pasti dewa itu salah kasih nih .. kabooor.
Sesaat kemudian Arjuna datang dengan alasan macet
dijalan, wah gimana coba kagetnya si bos Narada tadi .. singkat kata akhirnya Arjuna hanya bisa mendapatkan sarung senjata Kunta setelah perang tanding dengan Karna, itupun sudah bisa memutuskan tali pusar Gatotkaca ... sialnya lagi seperti cerita ada dokter yang habis operasi guntingnya ketinggalan dalam perut pasien .. inipun terjadi, sarung senjata itu lha kok ya masuk dalam perutnya Gatotkaca .. ya sudah, mau di operasi gimana?, lha wong mutusin tali puser saja pakai senjata spesial, mau operasi besar pakai apa coba ...
Disinilah awal dari kesalahan yang membawa akibat besar nantinya, Gatotkaca sang “angkatan udara” Amarta harus gugur oleh senjata Kunta, korban kesalahan “bos” Narada yang sangat sepele. Ini terpaksa dilakukan daripada mertuanya gugur [Gatotkaca ini juga menantunya Arjuna lho]
Banyak diantara kita sering mengalami hal seperti diatas, kita melakukan sesuatu dari awal sudah bagus tetapi tanpa sadar melakukan kesalahan kecil yang harusnya bisa dihindari, akibatnya seluruh proyek yang sedang dijalankan jadi bubar dan biasanya yang jadi korban adalah orang yang ada dalam proyek tersebut seperti Gatotkaca yang sengaja dikorbankan untuk menutupi kesalahan dulu dan untuk mengantisipasi jangan terjadi kerugian yang lebih besar lagi.
Hati-hati dengan “bos”, belum tentu “bos” tahu semuanya ..