Manajemen Republik Wayang 2
Tripama
“Sebagai prajurit, yang telah
berani hidup, tentu haruslah berani mati pula. Dan itulah yang
dinamakan hidup sejati.”
“Sebagai Pebisnis, yang telah berani usaha, tentu haruslah
berani rugi, itulah yang dinamakan resiko dalam usaha sejati”
Setiap keputusan yang kita ambil, apapun itu, memang ada resiko
yang harus dihadapi, apapun keputusan kita itulah tujuan kita,
fokus kita ... jalanilah dengan sepenuh hati.
Dalam Serat Tripama [3 Satria Utama] gubahan KPGAA Mangkunegara
ke-IV ada tiga tokoh pewayangan yang dijadikan suri tauladan
bagi para prajurit dalam pengabdiannya melaksanakan tugas
membela negaranya.
Ketiga tokoh tersebut adalah Bambang Sumantri atau Patih Suwanda,
Kumbakarna sang Raksasa Alengka dan Adipati Karna dari Awangga.
Terpilihnya ketiga tokoh tersebut sebagai lambang kepahlawanan
dan kesetiaan membela negara terutama karena ketiga tokoh
tersebut dinilai memiliki jiwa nasionalisme yang besar sesuai
dengan jiwa dan karakter mereka masing masing. Kebetulan mereka
hidup dalam jaman (masa) yang berbeda, kecuali patih Suwanda dan
Kumbakama yang hidup dalam generasi yang sama (pada jaman
Ramayana), sedangkan Adipati Kama hidup pada era Mahabharata.
Kecuali Kumbakarna dan Adipati Karna yang rankingnya diatas, ada
pihak lain yang lebih suka memasukkan nama Wibisono [adik
Kumbakarna] menggantikan Patih Suwanda dengan beberapa
pertimbangan.
Coba kita bahas satu persatu ketiga tokoh utama pilihan
Mangkunegara IV ini lalu kita tambahkan Wibisono dan anda
pertimbangkan sendiri sifat mana yang terbaik.
Kumbakarna, memang bertubuh raksasa adiknya Rahwana ini mukanya
seram banget [mana ada sih raksasa mukanya imut-imut], sukanya
tidur dan makan terus tdur lagi .. lumayan daripada kelayapan
terus .. dan sifatnya berlawanan 180 derajat dibandingkan
saudaranya [Rahwana dan Sarpakenaka]. Sifat utama Kumbakarna itu
persis semboyan presiden JF Kennedy, “Benar atau salah, ini
negaraku” ... harus aku bela mati-matian.
Ketika perang terjadi melawan balatentara Rama, majunya
Kumbakarna bukanlah membela sang kakak Rahwana tetapi
mempertahankan negara Alengka dari musuh, nah sifat inilah yang
menominasikan Kumbakarna sebagai salah satu pemenang “Tripama
Award” versi KPGAA Mangkunegara IV.
Nominator kedua namanya Bambang Sumantri, belapatinya pada raja
Arjunasasrabahu sangat luar biasa, sifat prajurit yang patuh ..
patuh pada pimpinan sejak awal walau mulanya ya pernah coba-coba
kesaktian rajanya ... biasa deh darah muda pingin jajal calon
bos dulu. Ada cacatnya sih, agak tegaan dengan saudara demi
tujuan mengabdi pada negara .. tetapi pengabdian pada raja dan
negara tidak diragukan lagi dan itu dibayar dengan nyawanya
sendiri .. maka masuklah Sumantri atau nama kerennya Patih
Suwanda sebagai Nominator Tripama Award juga.
Nominator ketiga yaitu Adipati Awangga yang bernama Basukarna
atau “nickname” nya Karna ... ini tokoh antagonis yang akan coba
saya tulis terpisah, intinya mas Karna ini sangat menghargai
budi seseorang, terlepas buruk baiknya sifat orang tersebut. “Benar
atau salah tapi inilah keputusanku” Sebenarnya ada maksud lain
dari pengabdiannya ... tapiii nanti saja kita bahas.
Nominator tambahan namanya Wibisana, tokoh ini “kelihatan” nya
sempurna dan adik dari Kumbakarna, dia membelot dari Alengka dan
memihak Rama karena membela kebenaran yang diyakininya ada
dipihak Rama bukan Rahwana.
Sempurna?, belum tentu ... Kumbakarna berperang tanpa pilihan
lain, kalau disuruh milih pasti lebih suka makan dan tidur ..
santai dan melupakan tanggung jawab, kepepet baru maju hehehe.
Sumantri lebih tega lagi, adiknya yang bernama Sukrasan
dikorbankan demi satu tujuan .. kadang sifat ini ada pada kita
juga, teman dan saudara dikorbankan buat ambisi pribadi.
Adipati Karna juga menyimpan maksud tersendiri walau maksudnya
itu baik dengan mengorbankan nyawanya untuk lenyap bersama raja
angkaramurka yang dibelanya .. agak lumayanlah dibanding 2
nominasi lain.
Sifat kita juga demikian, sifat bisnis juga demikian ... dan
kenapa pilihan Tripama sebagai sifat satria utama bukan pada
satria Pandawa tentu juga ada alasannya ...
