
Seafood Mr. Asui
Sebuah bangunan
lama dengan tampilan luar sangat sederhana,
bahkan terkesan tidak terawat, dan tetap
dibiarkan seperti itu hingga kini. Bangunan
itu dulunya adalah restoran seafood yang
hingga kini sangat terkenal di kawasan pulau
Bangka, provinsi Babel (Bangka-Belitung) .
Seafood Restaurant Mr. Asui, namanya. Cara
penamaannya yang keminggris, telah menjadi
merek dagangnya sendiri.
Kini restoran Mr. Asui menempati bangunan
yang tampilannya relatif lebih baru yang
berada di belakangnya. Ada sebuah gang
selebar 2,5 meteran sepanjang 15 meteran
yang menghubungkan jalan besar menuju
restoran yang berada di dalam gang. Lokasi
restoran ini nyaris berada di posisi tusuk
sate, di Jl. Kampung Bintang, Pangkal
Pinang. Sangat mudah dicapainya, terutama
dari jalan protokol Jl. Jendral Sudirman.
Rasanya siapapun pasti tahu dimana restoran
Mr. Asui berada.
Seafood Restaurant Mr. Asui seperti sudah
menjadi ikon kuliner menu ikan laut di
Pangkal Pinang. Menjadi tempat jujukan para
penggemar menu masakan seafood yang
kebetulan berkunjung ke Pangkal Pinang, tak
terkecuali para pejabat dan selebriti. Menu
masakan mahluk laut yang ditawarkan cukup
komplit dengan citarasa yang tergolong enak.
***
Malam itu, kami tertarik untuk mencoba menu
ikan jebung bakar, kakap bakar dan kepiting
saos tiram, di antara sekian banyak pilihan
ikan laut. Lalu, sepiring ca kangkung adalah
asesori sayuran yang kami pesan.
Nama ikan jebung agak asing di telinga saya.
Di tempat lain ikan jebung ini disebut juga
ikan kambing-kambing (entah kenapa nama
kambing tidak cukup disebut sekali saja,
melainkan diulang dua kali). Disebut
kambing-kambing karena memang profil wajah
ikan ini kalau dilihat dari samping sangat
mirip dengan prejengan wajah kambing yang
sedang meringis kelihatan gigi-giginya.
Tidak seperti ikan bakar biasanya di tempat
lain, ikan bakarnya engkoh Asui, baik ikan
jebung maupun kakap yang kami pesan, dibakar
begitu saja dengan tanpa dibumbui terlebih
dahulu. Kalau digado atau dimakan ikannya
saja tentu terasa hambar tak berasa. Yang
khas di restoran ini adalah sambal cairnya
yang menjadi teman makan ikan bakar.
Sambalnya berasa manis dan asam. Pas benar
kalau dicocol dengan suwiran ikan bakar yang
tak berbumbu.
Sambal cair yang warnanya menyerupai saos
tomat ini selalu tersedia di atas meja
bersama dengan jeruk kunci dan cabe rawit
merah. Jeruk kunci adalah salah satu jenis
jeruk yang sepertinya jarang saya jumpai di
tempat lain. Berukuran sebesar kelereng,
sedikit lebih kecil dari jeruk purut,
kulitnya halus dan biasa digunakan sebagai
penambah rasa asam seperti halnya cuka atau
jeruk nipis.
Sebaiknya dimakan pada saat masih fanas (pakai
awalan "f", saking masih panasnya...) atau
sebelum dingin. Sebab kalau sudah dingin,
serat-serat ikan jebung akan menjadi agak
keras ketika digigit dan rasa seafood-nya
menjadi kurang mak nyuss... dan malah
membuat mudah nek...
Bumbu tiram yang mengguyur kepitingnya juga
begitu lebih berasa dan berasa lebih.
Lebih-lebih kalau dapat kepiting perempuan
dengan gumpalan butir-butir telurnya yang
berwarna jingga dan kenyal digigit. Kalau
kebanyakan nasinya, maka kuah saos tiramnya
pun pas benar dicampur untuk menghabiskan
nasi putih.
Bagi penggemar menu seafood, Seafood
Restaurant Mr. Asui sebaiknya jangan
dilewatkan bila sekali waktu berkesempatan
berkunjung ke Pangkal Pinang, Bangka. Konon
sudah banyak orang-orang Pangkal Pinang yang
mencoba berwirausaha membuka restoran
sejenis, tapi kebanyakan tidak mampu
bertahan lama. Tidak sebagaimana restorannya
engkoh Asui yang seperti melegenda dan
identik dengan menu masakan seafood di
kawasan kota Pangkal Pinang pada khususnya
dan pulau Bangka pada umumnya. Entah apa
rahasianya.
Yogyakarta, 24 Agustus 2008
Yusuf Iskandar
Copyright © 2008, www.topmdi.net - Design by: Sunlight webdesign