
Gratis Makanannya, Bayar Minumannya
Coba
bayangkan : Anda sedang bertamu. Kemudian
tuan rumah berbaik hati menyuguhi Anda
dengan kue donat yang dari tampilannya saja
sudah membuat rasa tidak sabar menunggu
dipersilakan menikmatinya. Akhirnya sebuah
donat pun langsung membuat mak sek...., di
tenggorokan hingga tembolok.
Lalu Anda menunggu lima menit, lima belas
menit, setengah jam, hingga sejam, ternyata
setetes air pun tidak disuguhkan kepada Anda.
Sementara air liur di tenggorokan dan
tembolok sudah terserap habis oleh donat
yang barusan lewat dan semakin membuat Anda
sesak napas. Mau minta minum takut dikatakan
tidak sopan.
Cara terbaik untuk keluar dari situasi serba
tidak enak ini adalah segera mohon diri,
lalu mampir ke warung terdekat membeli
minuman. Apapun makanannya, minumnya ya
air...
***
Itulah yang terjadi dalam perjalanan udara
dengan burung Singa dari Jakarta menuju
Makasar pada suatu tengah malam. Kalau
sebelumnya tak setetes air pun mengalir di
pesawat, kini tetap juga tidak mengalir tapi
diberi bonus ransum kue donat cap Dunkin’
Donuts dalam kantong kertas yang tampilan
luarnya cukup menggairahkan. Sepotong donat
gemuk yang di atasnya ditaburi gula pasir
halus sungguh merangsang untuk segera
dilahap.
Untung saya agak ngantuk, jadi ransum donat
saya sisipkan dulu dikantong kursi.
Sementara penumpang di sebelah saya yang
nampaknya seorang dari Ambon langsung
menyikatnya hingga habis. Sesaat kemudian,
si Abang dari Ambon itu nampak tolah-toleh.
Saya menduga pasti kehausan cari minum. Agak
lama, barulah muncul mbak pramugari cantik
di tengah malam di atas pesawat mendorong
gerobak dagangannya menawarkan minuman. Kali
ini tentu bukan pembagian gratis, melainkan
siapa mau minum harus membelinya. Dan, laku
keras....... ..
Sebuah trik bisnis. Ya, trik bisnis….. Dalih,
alasan, atau malah mau ngeyel seperti apapun,
pokoknya itu pasti trik bisnis (Cuma, gimana
ya.... rasanya kok enggak seberapa cerdas,
gitu…). Makanannya disediakan gratis, tapi
minumannya harus mbayar. Si burung Singa
boleh berkilah. Toh, maskapai sudah berbaik
hati menyuguhkan makanan gratis kepada
penumpangnya. Perkara penumpangnya lalu mau
beli minuman apa tidak, ya terserah saja....
Maka, penumpang pun ter-fait-a-compli pada
situasi tidak ada pilihan, di atas
ketinggian lebih 10 km.
Memang tidak ada yang salah dengan trik
bisnis semacam ini. Dalam banyak kasus,
banyak bentuk, banyak cara, banyak situasi,
trik bisnis seperti ini banyak digunakan
oleh para penjual atau pedagang dalam rangka
meningkatkan omset penjualan dan
keuntungannya. Sah-sah saja.
Gratiskan ikannya, kail dan umpannya mbayar.
Gratiskan software-nya, jasa pelatihan dan
purna jual-nya mbayar. Jual rugi mobilnya,
suku cadang dan perawatannya jual mahal. All
you can eat, karcis masuk untuk bisa eat-nya
mahal. Gratis biaya perawatan setahun,
gratis ikut seminar, gratis nambah nasi,
tapi biaya awalnya dinaikkan. Sepertinya
lumrah-lumrah saja.
Ada yang bisa dipelajari dan dihikmahi dari
trik bisnis semacam ini, baik oleh penjual
maupun pembeli. Agaknya, ajakan teliti
sebelum menjual dan membeli, atau jeli
sebelum bernegosiasi dan bertransaksi, masih
layak dikiblati. Agar tidak merasa dikibuli
di belakang hari, melainkan tahu dan paham
dengan apa yang sedang terjadi. Dengan
demikian, maka kaidah-kaidah jual-beli (oleh
kedua belah pihak) tetap tidak menyalahi
kaidah bisnis yang saling menguntungkan dan
saling ikhlas dalam berserah-terima jasa
maupun barang.
Jadi? Sebaiknya Anda waspada kalau sedang
dalam perjalanan dengan pesawat tiba-tiba
disuguhi makanan gratis. Sabar dulu untuk
menikmatinya. Atau malah tanyakan dulu ada
pembagian minumannya atau tidak, kecuali
Anda siap untuk membeli atau
setidak-tidaknya Anda telah siap lahir-batin
untuk kehausan atau keseredan (apa bahasa
Indonesianya, ya...).
Juga kalau kebetulan Anda sedang bertamu,
lalu tidak biasanya suguhan kue keluar lebih
dahulu. Segera aktifkan piranti deteksi dini
dan lakukan quick assessment. Jika
kesimpulannya menunjukkan bahwa tuan
rumahnya adalah penganut fanatik aliran
burung Singa, segera tanyakan warung
terdekat, lalu Anda pamit sebentar untuk
beli minuman..... ......
Yogyakarta, 30 Juli 2008
Yusuf Iskandar
Copyright © 2008, www.topmdi.net - Design by: Sunlight webdesign