Topmdi
  dot net
e-Portal of topmdi group
to our group web's site
Welcome
to our website

Info Gadget

| 30.9.2008 |

Kamera DSLR baru bermunculan, Nikon D700, Canon 5D Mark II dan disusul Sony A900 serta Panasonic Lumix G1,

| 05.9.2008 |

Tulisan Bulan September akan membahas mengenai GPS, semakin marak digunakan tetapi sebetulnya bagaimanakah GMS itu bekerja?,

News

Nokia 5800 XpressMusic dan Balckberry Bold

DSLR Sony A900 dan Panasonic G1

GPS - Alat bantu para pejalan

Sony DSLR - Kamera Sony.

BlackBerry [I]

 

INFO GADGET [Juli 2008]

 

Sony meramaikan pasar Kamera Digital DSLR

Perkembangan pasar kamera digital dalam 4 tahun terakhir ini sangat pesat sekali, perkembangan ini diikuti dengan hilangnya satu persatu kamera film yang sudah berjaya puluhan tahun, mengalihkan ke Kamera Digital, melakukan merger serta memunculkan banyak pemain baru yang berbasis teknologi elektronik tinggi.

Makin murahnya flash memory serta diciptakannya teknologi image prosesor yang makin cepat dan canggih menyebabkan pergerakan dan penambahan pixel di kamera digital berlangsung sangat cepat, hanya kecenderungan saat ini penambahan pixel ini kelihatannya mulai tersendat disekitar 8 dan 10Mpix, pengaruh yang nyata diatas angka itu sudah sangat kecil.

Sony termasuk pemain lama didunia kamera digital, walau bagi kebanyakan orang lebih mengenal produk fenomenalnya “Walkman” serta varian prodk elektronik lainnya.

Perusahaan yang bermarkas di 1-7-1 Konan, Minato-ku, Tokyo Jepang ini selalu menciptakan beberapa karya yang sangat inovatif. Bulan Oktober 1996, Sony meluncurkan produk inovatifnya berupa kamera digital DSC-V1 “Cybershot”.

Belakangan, Sony juga mulai serius memasuki pasar DSLR setelah mengakusisi perusahaan KonicaMinolta.

Sony A100 Digital SLR merupakan kamera DSLR unggulan pertama dari Sony Corporation yang memperoleh berbagai penghargaan dan predikat “highly recommended” dari Digital Photography ReviewTM. Dengan performa 10Mpix CCD. Sony A100 Digital SLR berhasil menciptakan loncatan besar dalam pasar digital SLR.

Kamera ini memiliki fungsi-fungsi multiguna, seperti Super Steadyshot (yang mengurangi goncangan kamera), anti-dust system yang bekerja setiap kali ketika kamera dimatikan, image engine dari Bionz, serta Dynamic Range Optimizer untuk menghasilkan pencahayaan yang lebih baik dalam situasi minim cahaya. Sony A100 berhasil meraih EISA award untuk kategori Best Consumer Camera 2006-2007. penghargaan ini merupakan penghargaan yang paling diakui di dunia industri kamera. Diraihnya penghargaan tersebut, membuktikan Sony berhasil menempatkan dirinya sebagai pesaing berat yang sukses di dunia industri kamera dan siap berhadapan dengan pemain lama seperti Canon dan Nikon serta pendatang baru yang juga harus diperhitungkan, Samsung.

Produk-produk kamera digital Sony sejauh ini termasuk dalam kategori produk yang paling inovatif. Sony Corporation juga mengeluarkan berbagai tipe kamera digital untuk semua kelas fotografer, dari kelas pemula sampai kelas professional. Bagi para fotografer yang menginginkan kualitas disain yang sempurna serta fitur-fitur yang menarik sekaligus penuh manfaat, maka produk-produk kamera digital keluaran Sony Corporation merupakan pilihan yang paling tepat, apalagi bila anda penggemar Konica-Minolta, karena Sony yang mengakuisisi Konica-Minolta mengadopsi hampir semua feature yang ada di Konica-Minolta.

Setelah mengeluarkan seri Sony A700 untuk kelas High-end nya dibulan September 2007 dan A200 yang merupakan kelanjutan seri A100 di awal Januari 2008, Sony secara bersamaan tanggal 30 Januari 2008 yang lalu mengeluarkan 2 model DSLR kamera yaitu DSLR A350 14.2Mpix dan DSLR A300 10.2Mpix. Kedua model ini menggunakan teknologi yang baru di klaim lebih cepat serta mudah pemakaiannya terutama untuk para pemula.  Selain Sony A700 yang memang diposisikan satu level lebih tinggi, maka Sony A200/300/350 berada dalam satu kelas yang sama dengan perbedaan di beberapa fetaure nya saja.

Uji coba yang kami lakukan menggunakan kamera Sony A300 ternyata sangat gampang dioperasikan, pegangan terasa pas ditangan dan pengaturan untuk dial serta tombol dibody kamera terasa mudah.

Kamera ini dengan maksimum resolusi 3872x2592 dan ISO sampai 3200 ini menggunakan plastik sebagai bodynya sehingga terasa enteng, lensa bawaan nya cukup baik [ada 2 type, dengan 1 atau 2 lensa bawaan}, kesannya mutu lensa walau juga dari plastik tetapi lebih baik dibandingkan lensa bawaan dari produk lain yang pernah kami coba.

Hasil pengambilan gambar bergerak, zoom serta macronya terlihat tajam walau dalam ruang kurang cahaya ada penurunan kualitas gambarnya tetapi tidak terlalu mengganggu.

Yang membedakan Sony A200 dengan A300/350 yaitu adanya fungsi Live View yang sangat cepat, seperti teknologi yang digunakan di Handycam, teknologi ini disebut Quick AF Live View, kita dengan santai bisa mengarahkan kamera kemana saja, bisa mengambil gambar diatas atau dari bawah dan melihat gambar yang mau diambil lewat Live View tanpa kita harus mengubah posisi kita, image gambar yang bagus selalu termonitor dengan cepat di LCD Live View ini.

Penggunaan sensor image APS-C CCD dan prosesor BIONZ® menghasilkan gambar yang detil, dan warna yang penuh. Untuk memotret dalam pencahayaan yang kurang maka Super SteadyShot® image stabilization akan mengaktifkan shutter speeds 2.5 sampai 3.5 step lebih lambat dari biasanya, ditambah dengan lensa yang kompatibel dari Minolta Maxxum® dan lensa Sony makin membuat hasil gambar lebih baik.

Beropeasi di sensitifitas yang tinggi pada  ISO 1600 dan 3200 serta “very low noise” sangat dimungkinkan dengan menggunakan feature “user-selectable high-ISO noise reduction”. 

Bila DSLR-A300 dapat memotret 3 fps maka model DSLR-350 bisa memotret 2.5fps dengan menggunakan optical viewfinder. 

Kedua model kamera ini menggunakan battery InfoLITHIUM™ yang berdaya tahan lama. Khusus battery ini bisa mengambil gambar sampai 730 gambar menggunakan optical viewfinder atau sekitar 410 gambar bila menggunakan live-view mode.

Seperti sudah dibahas diatas, kedua model ini lebih ringan dibandingkan model yang lain, lebih mudah ditangani,  menggunakan anti dust untuk menjaga CCD sensor dan menggunakan media CompactFlash™ Type I/II sebagai media penyimpanan data. Adaptor untuk media Memory Stick Duo™ juga tersedia yang dijual terpisah dari kit kamera.

Terlepas dari pengunci lensa yang berbentuk aneh dan terkesan tidak kokoh, agak rapatnya tombol pengaturan di body kamera, untuk Sony A300 dengan harga dibawah Rp. 5.5 juta [single lens] rasanya merupakan kamera digital yang patut dipertimbangkan bagi penggemar fotografi atau pemula yang ingin belajar jadi fotografer.

 

 

Copyright © 2008, www.topmdi.net   -    Design by: Sunlight webdesign

Valid XHTML 1.1