|
18 JEBU berdiri bersandar pada pohon yangliu ketika empat orang prajurit bertombak bangsa Cina itu mengepungnya. Mereka semua kelelahan. Tenakan dan dentang pedang dan tombak beradu terdengar keras di sekitarnya.
|
|
Read more...
|
|
|
17 TANIKO memasuki kamar Kublai Khan dengan rasa takut sebesar rasa takutnya ketika mereka pertama kali bertemu. Kain sutera hijau pucat menggantung dari langit-langit dan menutupi dinding sehingga kamar itu terlihat sepertikemah.
|
|
Read more...
|
|
16 SAAT ini Taniko duduk di beranda balairung utama Shangtu bersama istri-istri dan selir-selir Kublai Khan, memperhatikan Kublai menanggapi tantangan terbuka dari pihak lawan yang tidak menyetujui pemilihan ini.
|
|
Read more...
|
|
15 TANIKO mulai mengenal Kublai dengan baik, tetapi ia belum pernah melihat Kublai memimpin sebagai seorang Khan di antara para kepala suku. Bila mereka bertemu, ia selalu sendirian, atau hanya ditemani segelintir orang dalam kamarnya.
|
|
Read more...
|
|
14 TANIKO tertawa gembira. la mencongklang kudanya berlari kencang dan meninggalkan Seremeter jauh di belakangnya. Sungai kecil jemih yang dialin salju yang mulai mencair terbentang di hadapannya. Di negeri bagian utara ini, musim semi datang lebih lambat.
|
|
Read more...
|
|
13 JEBU dan Yukio berdiri di atas bagian barat anjungan tembok Kweilin yang rusak parah, mengawasi kepergian pasukan perang Mongol.
|
|
Read more...
|
|
12 AWAN bergulung melintasi langit malam, menyisakan cahaya merah. Hua pao dilontarkan pada tembok Kweilin, sementara pasukan Mongol dan pasukan penunjang - orang-orang Turki dan Kin Tartar - menyerbu maju dengan menara-menara pengepung dan tangga-tangga.
|
|
Read more...
|
|
11 TANIKO meminta dayang Cina yang memegang cermin besar untuk berputar mengelilingi dia perlahan-lahan. Taniko sendiri memegang sebuah cermin kecil di tangannya dan saat dayang itu berada di belakangnya, ia meletakkan rambutnya yang hitam dan panjang di satu sisi dan mengamati tengkuknya.
|
|
Read more...
|
|
10 "AKU.tak akan membiarkan mereka meng-hancurkan diriku." Taniko berkata pada dirinya sendiri berulang-ulang.
|
|
Read more...
|
|
9. "SAMPAI kemarin, saya belum pernah melihat Arghun lagi sejak malam itu," kata Jebu. "la tidak meneruskan usahanya memburu saya lebih lanjut, tapi ia meninggalkan Kepulauan Suci."
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |