|
Lian Po dan Lin Xiangru adalah dua pejabat besar di negeri Zhao pada jaman perang antarnegeri.
Lian Po sangat ahli dalam berperang, dia pernah memimpin pasukan menyerbu negeri Qi, memperoleh jasa besar, dan diangkat sebagai jenderal besar. Lin Xiangru awalnya adalah seorang yang bekerja di keluarga pejabat Mu. Suatu hari Raja Qin Shao Wang membawa surat negeri, meminta He Shi Bi (sebuah batu berharga yang nilainya sangat mahal) kepada Raja Zhao. Lin Xiangru dengan memberanikan diri, menemui Raja Qin, berdebat dcngannya dan akhirnya berhasil mempertahankan batu He Shi Bi, dan kembali ke negeri Zhao dengan selamat. Tahun 279 SM, dia mendampingi Raja Zhao bertemu Raja Qin, dan berhasil menjaga harga diri Raja Zhao, menyebabkan Raja Qin tidak dapat memperolok mereka dan mendapatkan keuntungan. Karena dia menunjukkan keberanian dan kecerdikan yang besar pada saat berhadapan dengan Raja Qin, Raja Zhao mengangkatnya sebagai menteri pelindung negeri. Jabatannya berada di atas Lian Po. Perubahan posisi Lin Xiangru menyebabkan Lian Po merasa tidak adil dan menjadi marah. Lian Po merasa dirinya punya jasa besar dalam berperang, sedangkan Lin Xiangru hanya mampu bersilat lidah, sehingga Lian Po menyebarkan berita, "Tidak bersedia menjadi pejabat bila ada Lin Xiangru. Bila bertemu Lin Xiangru akan kubuat dia tahu rasa!" Lian Po se-ngaja menghina Lin Xiangru di depan orang banyak, untuk menunjukkan kehebatannya. Lin Xiangru justru mcngalah, dia tidak ingin bertengkar dan berdebat dengan jenderal tua ini.
Suatu hari, Lin Xiangru membawa bawahannya keluar, ridak terduga baru melewati gang rumah, dari jauh terlihat Lian Po menunggang kuda berjalan ke arahnya. Lin Xiangru langsung bersembunyi dalam gang kecil. Hal ini menyebabkan orang-orang yang bekerja kepada Lin Xiangru merasa kehilangan muka, mengira dia bernyali kecil, satu demi satu minta berhenti. Lin Xiangru meminta mereka semua untuk tidak pergi. Dengan tenang dia berkata kepada mereka, "Kalian bandingkan Lian Po dengan Raja Qin, sebe-narnya mana yang lebih hebat?"
Mereka berkata, "Tentu saja Raja Qin lebih hebat."
Lin Xiangru berkata lagi, "Meskipun Raja Qin lebih kuat dan ke-kuasaannya besar, tetapi saya justru berani membeberkan kesalahannya di
depan seluruh istana, bahkan menghina pejabatnya. Meskipun saya ridak punya kemampuan apa-apa, tetapi bukan berarti saya takut kepada Lian Po! Tetapi saya berpikir, negeri Qin yang begitu kuat tidak berani mengerahkan pasukan menyerbu negeri Zhao, karena mereka tahu di bidang kenegaraan negeri Zhao ada saya, Lin Xiangru, dan di bagian ketentaraan ada Lian Po. Apabila di antara kita saling tidak cocok, dua harimau saling bertengkar, pasti ada satu yang terluka, saat itu negeri Qin akan memanfaatkan kesem-patan itu dan menyerbu kemari, menyebabkan keadaan negeri sendin rugi dan menyedihkan, dan negeri musuh gembira. Saya berulang kali mengalah kepada Lian Po, semuanya karena menitikberatkan kepada keamanan negeri, sehingga tidak mempedulikan budi ataupun dendam pribadi!"
Perkataan ini terdengar sampai telinga Lian Po, dia merasa terharu dan malu sendiri. Dia langsung melepaskan pakaiannya, membawa pecut, dengan inisiatif sendiri menemui Lin Xiangru meminta hukuman. Lin Xiangru melihat Jenderal Lian Po membawa pecut dan berlutut minta hukuman, langsung memapah dia berdiri. Akhirnya keduanya berbaikan, bersatu hati menjaga negeri Zhao. Sepuluh tahun setelah pertemuan Danau Sheng, negeri Qin sama sekali ridak berani menyerang negeri Zhao.
Kebijaksanaan yang terkandung:
Demi kerja sama yang lebih erat, mengerahkan kekuatan bersama, setiap orang harus mengutamakan kepentingan negeri maupun organisasi, meng-utamakan kepentingan umum, dan menyisihkan budi maupun dendam pribadi. Hanya dengan demikian, baru bisa memperkokoh kekuatan organisasi dan mengalahkan musuh yang kuat. |