|
Api dibukit Menoreh
Bukit Menoreh, Perbukitan yang banyak mewarnai perjalanan peradaban Jawa, khususnya Jawa Tengah. Tempat para pejuang kemerdekaan bergerilya saat perang kemerdekaan. S.H. Mintaredja (1933-1999) mengabadikan Bukit Menoreh dalam 396 jilid serial Api di Bukit Menoreh, yang bertutur mengenai perjalanan membangun dinasti Mataram oleh Sutawijaya. Hingga kini Api di Bukit Menoreh dianggap belum selesai, meski sang pengarang telah meninggal dunia.
Tak ketinggalan Susilo Bambang Yudhoyono mengarang Palagan Terakhir (di Bukit Menoreh). Satu cerita menggetarkan soal keksatriaan, dan keberanian, dan kewiraan, dan api dendam dan ambisi kekuasaan. SBY pernah membacakannya di Taman Ismail Marzuki .
Palagan Terakhir
Kutatap Bukit Menoreh pewaris legenda Guratan sejarah ketika raja berebut tahta Di sepanjang pelana, di kolong awan jingga Ksatria berlaga untuk sebuah nama
Meski Menoreh tak terbakar karena ilalangnya Api amarah tetap menyala dan tak pernah padam, membakar jiwa yang haus kuasa dalam kemarau panjang dan bencana persaudaraan di Tanah Jawa
Di malam hening, bebatuan bertutur kisah ksatria muda yang bertafakur di akhir laga menengadah, dan membisikkan pesan untuk sebuah zaman yang belum datang
Biarlah bukit ini mengakhiri kisahku dan mengubur mimpi-mimpi buruk di atas palagan tak kering darah
Dengan hatiku Kupadamkan bara penebar maut dan dan raga Di sini. Di tanah ini
Semarang, 26 Januari 2004
Api di bukit Menoreh 001 – 025
Api di bukit Menoreh 026 – 050
Api di bukit Menoreh 051 – 075
Api di bukit Menoreh 076 – 100
Api di bukit Menoreh 101 – 125
Api di bukit Menoreh 126 – 150
Api di bukit Menoreh 151 – 175
Api di bukit Menoreh 176 – 200
Api di bukit Menoreh 201 – 225
Api di bukit Menoreh 226 – 240
Api di bukit Menoreh 241 – 260
Api di bukit Menoreh 261 - 275
Api di bukit Menoreh 276 – 300
Api di bukit Menoreh 301 – 325
Api di bukit Menoreh 326 – 350
Api di bukit Menoreh 351 – 375
Api di bukit Menoreh 376 – 396 |